Header Ads

Modal Dasar Berdoa pada Allah (8)


Inilah empat perkara yang dibutuhkan seorang manusia!

Terdapat sebuah kaidah yang ulama mengingatkan kita dengannya, bahwa setiap makhluk hidup pastilah butuh untuk mendapatkan manfaat dan terhindar dari mudarat (kerugian, kerusakan dan bahaya).

Padahal untuk bisa mendapatkan manfaat dan menghindari mudarat, tentulah seorang hamba membutuhkan sarana yang digunakan untuk bisa meraih keduanya.

Oleh karena itulah, hakikatnya manusia membutuhkan empat perkara berikut ini, yaitu:

Pertama, sesuatu yang dicintai, disukai, dicari, dituju, dan diinginkan keberadaannya.

Kedua, sesuatu yang tidak dicintai, tak disukai lagi dibenci dan tidak diinginkan keberadaannya.

Ketiga, sarana untuk mendapatkan sesuatu yang dicintai.

Keempat, sarana untuk menghindari sesuatu yang tidak dicintai.

Keempat hal ini adalah kebutuhan yang mendasar bagi manusia, bahkan bagi setiap makhluk hidup. Tidak mungkin ia hidup dan menjadi baik kecuali dengan empat perkara tersebut!
Yang Maha Mampu memenuhi keempat perkara itu semuanya hanyalah Allah Ta’ala semata!

Ketahuilah, bahwa Allah Ta’ala satu-satunya Dzat yang dicintai, dituju, dan disembah dengan hak, tiada sekutu bagi-Nya.

Dan hakekatnya Allah Ta’ala pula satu-satunya Sang Penolong agar hamba mendapatkan sesuatu yang dicintai tersebut.

Inilah hakikatnya makna yang tersirat dalam bacaan seorang hamba dalam salatnya:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.”

Karena sesungguhnya ibadatullah dalam ayat di atas mengandung tujuan yang dicari dalam bentuk paling sempurna, dan isti’anah billah wahdah mengandung sarana untuk mendapatkan tujuan yang dicari tersebut.

Atau dengan kata lain, bahwa hakikatnya Allah Ta’ala satu-satunya Dzat yang dicintai, dituju dan disembah dengan hak, tiada sekutu bagi-Nya dan Allah Ta’ala pula satu-satunya Sang Penolong untuk mendapatkan sesuatu yang dicintai tersebut!

Dua perkara yang agung dan mendasar ini terdapat dalam tujuh ayat dalam Al-Qur`an Al-Karim, yaitu:

Dalam surat Al-Fatihah,

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.”

عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

“Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (QS. Huud: 88).

فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ

“Maka sembahlah Dia, dan bertawakallah kepada-Nya.(QS. Huud: 123).

رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا

“Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat.” (Q.S. Al-Mumtahanah: 4).

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِ

“Dan bertawakallah kepada Allah yang hidup (kekal) Yang tidak mati dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.” (QS. Al-Furqaan: 58).

عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ مَتَابِ

“Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan hanya kepada-Nya aku bertaubat.” (QS. Ar-Ra’du: 30).

لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلًا

“Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.” (QS. Al-Muzzammil: 9).


Daftar link artikel ini:

Penulis: Sa’id Abu Ukkasyah
Artikel: Muslim.or.id

Tidak ada komentar