Menakjubkan! Raup pahala besar dengan amal sederhana (2)

aerial photography of person riding boat on body of water


Sederhana tapi besar!
Allah Ta'ala Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Kasih sayang-Nya demikian besarnya, terutama kepada hamba-hamba-Nya yang beriman kepada-Nya.
Diantara bentuk kasih sayang Allah Ta'ala adalah menetapkan adanya amalan-amalan yang sederhana, namun besar pahalanya, dan menjadikan keikhlasan seorang hamba serta kebagusan hatinya berpengaruh besar terhadap nilai amal yang dilakukannya.

Al-Munaawi rahimahullah ketika menjelaskan hadits shohih tentang tingkatan-tingkatan pahala orang yang melakukan sholat, beliau berkata:
أَنَّ ذَلِكَ يَخْتَلِفُ بِاخْتِلاَفِ الأَشْخَاص بِحَسَبِ الْخُشُوْعِ وَالتَّدَبُّرِ وَنَحْوِهِ مِمَّا يَقْتَضِي الْكَمَالَ

Perbedaan pahala sholat tersebut sesuai dengan perbedaan orang-orang yang sholat berdasarkan kekhusyu'an (hatinya) dan penghayatan makna bacaan sholat (dalam hatinya), serta perkara -perkara semisalnya yang menyebabkan kesempurnaan sholat"

Nah, di bawah ini terdapat hadits-hadits tentang amalan-amalan yang sederhana, namun besar pahala atau keutamaannya.
Hal ini tentunya tidak bisa dipisahkan dari pengaruh keimanan, keikhlasan, serta kelurusan hati yang ada pada pelakunya, diiringi dengan mutaba'ah dalam tata cara beramal sholeh.
Berikut ini hadits-hadits tersebut :

1. Wanita sang penyapu masjid, sosok yang dicari dan disholati jenazahnya oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
Hadits riwayat Imam Muslim (956) di kitab Shahihnya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ امْرَأَةً سَوْدَاءَ كَانَتْ تَقُمُّ الْمَسْجِدَ - أَوْ شَابًّا - فَفَقَدَهَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَأَلَ عَنْهَا - أَوْ عَنْهُ - فَقَالُوا: مَاتَ

Dari Abu Hurairah (mengkisahkan), dahulu ada seorang wanita berkulit hitam, atau seorang pemuda yang biasanya menyapu masjid (keraguan dari perowi-pent).
(Suatu saat) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam merasa kehilangan dia, kemudian beliau bertanya tentang wanita atau pemuda tersebut.
Lalu para sahabat menjawab : “Dia telah meninggal!”, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 
 
«أَفَلَا كُنْتُمْ آذَنْتُمُونِي»

Mengapa kalian tidak memberitahuku?”
Berkata Abu Hurairah (menjelaskan keadaan orang-orang yang diajak bicara oleh beliau) : “Seolah-olah mereka meremehkan urusan wanita atau pemuda tersebut”.
Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

«دُلُّونِي عَلَى قَبْرِهِ»

Tunjukkan makamnya kepadaku!”, maka merekapun menunjukkan makamnya, kemudian beliau mensholatinya, setelah itu beliau bersabda:

«إِنَّ هَذِهِ الْقُبُورَ مَمْلُوءَةٌ ظُلْمَةً عَلَى أَهْلِهَا، وَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يُنَوِّرُهَا لَهُمْ بِصَلَاتِي عَلَيْهِمْ»

Sesungguhnya makam ini penuh kegelapan bagi penghuninya, dan sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla meneranginya untuk mereka dengan sebab aku mensholati mereka”.

Penjelasan :
Ulama menjelaskan bahwa nama wanita tersebut adalah Ummu Mihjan atau Ummu Mihjanah sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam kitabnya: Al-Ishobah fi tamyiizish Shohabah.
Wanita tersebut adalah salah satu penduduk Madinah yang lemah dan miskin, lagi tak memiliki nasab yang mulia, dan orang-orangpun seolah-olah mereka meremehkan urusan wanita tersebut. Itu zahirnya!
Namun, hakekatnya beliau adalah sosok wanita yang memiliki amalan yang sangat mulia, yaitu menyapu kotoran yang mengotori masjid agar jama'ah bisa nyaman beribadah kepada Allah Ta'ala di masjid tersebut.
Terbukti Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberi perhatian besar kepada wanita tersebut, yang didalamnya terkandung penghargaan beliau kepadanya karena amal sholeh yang meskipun sederhana namun sangat besar nilainya!
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun sampai menanyakan kabarnya dan mensholati jenazahnya padahal telah dia telah dimakamkan.
Ma sya Allah!
Seorang wanita yang lemah dan miskin, lagi tak memiliki nasab yang mulia, bukan tokoh dan bukan bangsawan, ditanyakan kabarnya dan disholati jenazahnya oleh hamba dan utusan Allah yang paling mulia, dan diharapkan dengannya Allah 'Azza wa Jalla menerangi kuburnya, padahal wanita tersebut “sekedar” melakukan amal yang sederhana, yang secara fisik hampir setiap orang bisa melakukannya!

(Bersambung, In sya Allah)

Tidak ada komentar