ORANGTUAMU LADANG PAHALAMU !


opened book
๐Ÿ’ ORANGTUAMU LADANG PAHALAMU ! ๐Ÿ’
          
          ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

๐Ÿ”– Dalam Alquran digandengkan hak Allah dengan hak orangtua.
Dalam haditspun sangat besar kedudukan orangtua dalam Islam.
Duhai, betapa besarnya hak orangtua atas diri anaknya!

๐ŸŒฑ Telah banyak contoh bagaimana Salaf Sholeh (sahabat, tabi'in & tabi'ut tabi'in) merawat orangtua.

๐Ÿ† Demi Allah, Salafus Sholeh adalah generasi yang paling tahu bagaimana bersikap kepada orangtua.
Mereka tahu bahwa hakekatnya harta, pangkat dan jabatan tidak bisa membeli kebahagiaan hati orangtua!

๐Ÿ›‹️ Bukanlah pelayan khusus dengan fasilitas mewah yang lebih membahagiakan orangtua!

๐ŸŽ Sedikit senyuman tapi tulus ikhlas, sepatah dua patah kata namun penuh kasih sayang,,,

๐Ÿƒ Mendengarkan curhatannya, menghibur sedihnya, meluruskan pemahaman dan sangkaannya....

๐Ÿคฒ Sekalimat doa yang ikhlas untuk kedua orangtuamu saat sujudmu kepada Rabb-mu.....

๐Ÿ›‹️ Duduk berdampingan sembari membacakan satu dua ayat atau hadits,
pencerahan aqidah yang lurus dan tatacara ibadah yg benar, sebagai bekalnya untuk menghadap Rabbnya.....

๐Ÿ’ฐSemua itu bagi orangtua lebih mahal harganya daripada dunia dan seisinya!
Meski harta adalah sesuatu yang penting baginya, tetapi orang yang arif  mampu membedakan paling penting dari dua perkara yang penting, yg pokok dari yang cabang.

๐Ÿ“– Demikianlah Fiqih bermu'amalah dengan orangtua dalam Alquran dan As-Sunnah!

๐Ÿ‘‘ Sobat, orangtua adalah manusia, bahkan termasuk semulia-mulia manusia!
Maka pada dirinya tidak hanya ada fisik jasmani belaka, namun ada hati dan perasaan!

๐Ÿ’– Merawatnya bukan semata-mata memperhatikan kemakmuran jasmaninya saja, tapi ada yg lebih penting dari itu sobat, yaitu kemakmuran hati, pikiran dan perasaan!
Jika seaeorang merawatnya hanya memperhatikan kemakmuran badannya semata, maka seolah-olah ia telah menyamakan dalam merawatnya seperti merawat ayam di kandangnya atau sapi di sawahnya!
Bahkan sesungguhnya, ayam & sapipun juga butuh kasih sayang dan perhatian perasaannya!

๐Ÿ‘‰ Bukankah dalam Alquran mengucapkan "ah" saja dilarang?!
Itu menunjukkan bahwa ajaran Alquran adalah ajaran yang sangat perhatian pada psikis orangtua daripada sekedar fisiknya!

Apalagi jika orangtua harus bersabar dan bertahan hidup dg kondisi yang apa adanya.

๐Ÿฅ€ Wallahi, wallahi, ya Rabbi...belum, belum, belumlah seberapa baktiku padanya!

๐Ÿคฒ Ampunilah kedurhakaanku kepada orangtuaku dan kekuranganku saat melayaninya!
Jangan Engkau cabut dengan segera ladangpahala merawatnya , ya Rabbi...ya Rabbi....
meski lenganku tak kekar, ototku bukan kawat, tulangku bukan besi*, namun, namun, namun ya Rabbi....berilah aku kesempatan menutupi kesalahan dan kekuranganku selama ini dalam melayani dan merawatnya.

Ya Rabbi......ku akui, masih banyak waktu cari duniaku dibandingkan waktu mendampinginya!

Ya Rabbi, ku akui banyak perhatianku kepada oranglain yang tidak pernah mencebokiku dan meneteiku daripada perhatianku kepada kedua orangtuaku!

๐ŸŒพ Allah tidak akan menyamakan dua perkara yang berbeda dan tidak akan membedakan dua perkara yang sama!
Tidak sama orang yang berbakti dengan yang tidak, sebagaimana tidak sama orang yang bertahun-tahun tahu kondisinya dengan yang hanya sejam dua jam menemaninya.
Tidak sama nilainya satu induk ayam untuk lima anak ayam, dibandingkan lima anak ayam untuk satu induk ayam.

๐Ÿคฒ Ya Allah sayangilah kedua orangtuaku sebagaimana keduanya menyayangiku sewaktu aku kecil, sewaktu ku tak bisa apa-apa!

๐Ÿ“œ Kusampaikan ini sobat,

๐Ÿ“ŒKarena....karena....karena...

Karena umur orangtuamu belum tentu lebih panjang dari waktu sibukmu!

Dan karena umur orangtuamu belum tentu lebih banyak dari hartamu.

Dan karena baktimu tak senilai dengan jasa orangtuamu kepadamu.

Tidak ada komentar