MADRASAH HAJI (8) - PELAJARAN DARI 2 LEMBAR KAIN IHRAM

group of people on mecca



5. PELAJARAN DARI DUA LEMBAR KAIN IHRAM (Mengingat kematian)

Ketika seorang muslim telah sampai ke miqot untuk ihram, ia memakai dua lembar kain pakaian ihram, dan menanggalkan pakaian yang biasa ia kenakan dalam keseharian.
Semua pria muslim yang sedang berihram memakai baju yang sama, tidak ada bedanya antara yang miskin dan kaya, majikan dan karyawan, serta pejabat dan rakyat!
Yang membedakan antar mereka adalah hanya ketakwaan semata, kualitas ibadah haji mereka dan ibadah-ibadah selainnya, serta tingkat bersihnya mereka dari dosa! Itulah satu-satunya pembeda antar mereka di hadapan Rabb mereka !
Pakaian ihram ini mengingatkan jamaah haji kepada kain kafan yang akan menyelimuti jasad mereka kelak setelah meninggalnya mereka, ketika itu tak ada bedanya antara yang miskin dan kaya, serta pejabat dan rakyat!
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

البَسُوا مِنْ ثِيَابِكُمُ البَيَاضَ، فَإِنَّهَا مِنْ خَيْرِ ثِيَابِكُمْ، وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ

Pakailah pakaian kalian yang berwarna putih, karena pakaian putih itu termasuk sebaik-baik pakaian kalian, dan kafanilah jenazah kalian dengan kain putih tersebut.” [HR. Tirmidzi, shahih]

Hendaknya seorang yang sedang mengenakan pakaian ihram mengingat saat-saat nantinya dikafani dengan kain putih, diantar ke kuburan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya selama di dunia, meninggalkan sanak keluarga dan harta yang dicintainya selama di dunia, hanya selembar kain kafan melekat di tubuhnya yang akan dibawa ke kuburnya.

Wallahi, mengingat kematian adalah perkara yang sangat bermanfaat!

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

أكثروا ذكرَ هاذم اللَّذَّاتِ

Perbanyak mengingat 'pemutus kelezatan'”. [HR. Tirmidzi, shahih]
Maksudnya : Perbanyak mengingat kematian!

Pakaian ihram ini mengingatkan jamaah haji kepada kain kafan yang akan menyelimuti jasad mereka kelak setelah meninggalnya mereka, ketika itu tak ada bedanya antara yang miskin dan kaya, serta pejabat dan rakyat!

Barangsiapa yang banyak mengingat kematian dan bisa mengambil pelajaran darinya, maka dunia tidak akan mendominasi isi hatinya, dan dunia tidak pula menjadi puncak ilmunya dan keinginannya. Keridhoan Allah-lah yang ia cari, dan yang menggerakkan seluruh aktifitasnya.
Orang yang banyak mengingat kematian dan mampu mengambil pelajaaran darinya cita-citanya adalah masuk surga!

Benar-benar kedua lembar kain putih ihram mengingatkan pemakainya kepada kematian, bahwa tatkala seseorang meninggal, maka tidak ada yang menemaninya kecuali amalnya!
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

يتبع الميِّتَ ثلاثةٌ، فيرجع اثنان ويبقى واحد: يتبع أهلُه ومالُه وعملُه، فيرجع أهلُه ومالُه، ويبقى عملُه

Ada tiga perkara yang menngantar mayit (ke kuburannya), lalu akan kembali dua darinya dan hanya tertinggal satu yang menyertainya. Tiga perkara yang mengantarnya tersebut yaitu keluarganya, hartanya, dan amalnya. Keluarganya, dan hartanya kembali pulang, sedangkan yang tertinggal menemaninya hanyalah amalnya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim].
Merupakan perkara yang dimaklumi bahwa manusia butuh keluarga yang menyertai langkah hidupnya dan butuh harta untuk bisa hidup di dunia ini.
Dan keduanya meski menyertainya di dunia ini, namun pasti akan berpisah dengannya.
Maka orang yang cerdas adalah orang yang berinteraksi dengan keduanya dalam bingkai ketaatan kepada Allah.

Ia akan saling tolong menolong dengan keluarganya dan menggunakan hartanya untuk taat kepada Allah Ta'ala, inilah orang yang bahagia dunia akherat.

Sedangkan jika keluarganya dan hartanya justru menghalanginya dan menyibukkan dirinya dari melakukan ketaatan kepada Allah, maka ini kerugian dunia akherat.


Allah Ta'ala juga berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

(9) Hai orang-orang beriman, janganlah harta dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.[Al-Munafiqun:9]

Ingat harta dan anak-anak tak berguna kelak di akherat, apabila sesorang tak memiliki hati yang bersih dari penyakit mengikuti hawa nafsu dan syubhat.
Allah Ta'ala berfirman :
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ

(88) (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna

إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

(89) kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat

Renungan : Antara kain ihram dan kain kafan !

Hendaknya seorang yang sedang mengenakan pakaian ihram mengingat saat-saat nantinya dikafani dengan kain putih,
- Sebagaimana mobil dan rumah mewahnya tak dibawa saat menunaikan ibadah haji, maka begitu pula nantinya, tak ada yang ia bawa menghadap Rabb-nya kecuali ketakwaan !
Maka hendaklah ia fokus menlaksanakan ibadah haji dengan sempurna, karena itu bagian ketakwaan yang akan bermanfaat baginya saat menghadap Rabb-nya !

- Meski keluarga dan harta bisa menyertainya saat ia sedang menunaikan haji, namun pasti akan berpisah dengannya saat meninggal dunia !
Maka orang yang sedang menunaikan ibadah haji hendaknya fokus beribadah kepada Allah tanpa terrsibukkan dengan keluarga dan dunianya sewaktu di Tanah Suci sehingga diharapkan hajinya menjadi haji yang mabrur.

Sedangkan sepulang haji nantinya, janganlah keluarga dan hartanya justru menghalanginya dan menyibukkan dirinya dari melakukan ketaatan kepada Allah yang selama di Tanah Suci ia sudah terbiasa dengan manisnya beribadah dan dzikrullah saat menunaikan manasik haji.

- Barangsiapa yang selama menunaikan ibadah haji banyak mengingat kematian dan bisa mengambil pelajaran darinya, maka dunia tidak akan mendominasi isi hatinya, dan dunia tidak pula menjadi puncak ilmunya dan keinginannya. Keridhoan Allah-lah yang ia cari, dan yang menggerakkan seluruh aktifitasnya.


Orang yang banyak mengingat kematian selama ibadah hajinya cita-citanya adalah masuk kedalam surga, maka sepulang haji di tanah airnya, ia berupaya dengan sungguh-sungguh agar seluruh aktifitasnya merupakan aktifitas yang menghantarkannya ke surga dan menjauhkannya dari api neraka, bukan justru sebaliknya!

(Bersambung, in sya Allah)

Tidak ada komentar