Resensi Kitab Tauhid (7)

5. Klasifikasi Bab-bab Kitab Tauhid

Untuk mengetahui metodologi ilmiah yang dipakai oleh penulis dalam kitab yang populer ini, bisa didapatkan dengan mempelajari karakteristik bab dalam Kitab Tauhid.

Perlu diketahui, bahwa jumlah bab dalam Kitab Tauhid ini ada 67 bab, sebagian pendapat menyatakan jumlahnya 66 bab, hal ini dikarenakan perselisihan pendapat dalam memahami apakah pelajaran pertama yang berjudul : Kitabut Tauhid itu dihitung sebagai bab pertama ataukah tidak.


Dua kelompok besar bab

Didalam Kitab Tauhid ini terdapat dua kelompok besar bab-bab yang menunjukkan metode penulis dan kerangka pikirannya dalam menjelaskan Tauhid kepada pembaca.

A. Enam bab muqoddimah

Enam bab pertama, yaitu : bab ke-1 sampai dengan bab ke-6 adalah bab-bab muqoddimah, maksudnya sebagai pendahuluan dan pengantar untuk masuk kedalam pembahasan perincian tauhid dan perincian bentuk-bentuk kesyirikan.

Enam bab muqoddimah tersebut yaitu:

  1. باب كتاب التوحيد

Bab : (Hukum dan kedudukan) Tauhid

  1. باب فضل التوحيد وما يكفر من الذنوب

Bab: “Keutamaan Tauhid dan peleburannya terhadap dosa”.

  1. باب من حقق التوحيد دخل الجنة بغير حساب

Bab: “Barangsiapa yang merealisasikan tauhid dengan sempurna, maka ia masuk surga tanpa hisab (dan tanpa adzab)”

  1. باب الخوف من الشرك

Bab: “(Kewajiban) takut terhadap syirik”.

  1. باب الدعاء إلى شهادة أن لا إله الله

Bab : “Dakwah (ajakan) kepada syahadat “La ilaha illallah (Tauhid)” .

  1. باب تفسير التوحيد وشهادة أن لا إله إلا الله

Bab : “Tafsir Tauhid dan syahadat 'La ilaha illallah' (secara global)”.


Hubungan antar enam bab muqoddimah

Dalam menyusun bab-bab yang terdapat dalam Kitab Tauhid ini, penulis rahimahullah sangat memperhatikan sistematika dalam berdakwah yang indah dan ilmiah.


Pada bab pertama, kedua dan ketiga, penulis rahimahullah mengawali dengan penjelasan tentang hukum, kedudukan tinggi tauhid dan keutamaannya.

Lalu beliau lanjutkan bab ke-4 dengan memperingatkan kesyirikan secara tegas.

Dengan taufik Allah kemudian penjelasan bab ke-1 sampai dengan ke-4 tersebut, para pembaca diharapkan memiliki semangat untuk bertauhid dan menjauhi syirik, yang berarti hal itu merupakan bentuk sikap menyempurnakan diri sendiri.


Selanjutnya, pada bab berikutnya, sang penulis mendorong pembaca untuk menyempurnakan orang lain dengan mengajak mereka untuk mendakwahkan tauhid.


Oleh karena itu pada bab ke-5 beliau menuliskan bab :

باب الدعاء إلى شهادة أن لا إله الله


Dakwah (ajakan) kepada syahadat “La ilaha illallah (Tauhid)” , sehingga pembaca bukan hanya semangat memahami dan mengamalkan tauhid, namun juga mendakwahkannya.


Tentunya pembaca yang telah semangat mempelajari tauhid, mengamalkannya dan mendakwahkannya, akan membutuhkan penjelasan tentang makna tauhid dengan jelas untuk diamalkan dan didakwahkan.

Bagimana seorang hamba sanggup mengamalkan tauhid dengan baik dan mendakwahkannya, apabila ia tidak memahami makna dan tafsir tauhid?

Oleh karena itulah, setelah bab ke-5 mulailah sang penulis menjelaskan tafsir tauhid, baik secara global maupun terperinci, dan beliau awali dengan penjelasan tauhid secara global dengan membuat sebuah bab yang ke-6 :

باب تفسير التوحيد وشهادة أن لا إله إلا الله

Bab : “Tafsir Tauhid dan syahadat 'La ilaha illallah' (secara global)”.

(Bersambung, in sya Allah)


Sumber : muslim.or.id

Donasi

Tidak ada komentar