Menakjubkan! Raup pahala besar dengan amal sederhana (7)

white rope on string

Janganlah meremehkan amalan sesederhana apapun!
Dalam As-Silsilatul Ahadits Ash-Shahihah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

لا تَحْقِرَنَّ شيئًا مِنَ المعروفِ أنْ تَأْتِيَهُ ؛ ولَوْ أنْ تَهِبَ صِلَةَ الحَبْلِ ، ولَوْ أنْ تُفْرِغَ من دَلْوِكَ في إِناءِ المُسْتَسْقِي ، ولَوْ أنْ تَلْقَى أَخَاكَ المُسْلِمَ ووَجْهُكَ بَسْطٌ إليهِ ، ولَوْ أنْ تُؤْنِسَ الوَحْشَانِ بِنَفْسِكَ ، ولَوْ أنْ تَهِبَ الشَّسْعَ

Janganlah sekali-kali anda meremehkan satupun kebaikan yang anda lakukan, meskipun sekedar anda memberi seutas tali (kepada saudaramu, untuk menimba air atau mengikat barangnya, misalnya), begitu pula walaupun sekedar anda menuangkan air dari timbamu ke wadah orang yang mencari air, atau meskipun sekedar anda menjumpai saudaramu muslim dengan berwajah ceria kepadanya, atau meskipun sekedar anda bersikap akrab dan menghibur orang yang menyendiri (karena sedih atau takut), serta meskipun sekedar anda memberi tali sandal (kepada saudaramu)!

Penjelasan :
Sesederhana apapun suatu ucapan ataupun perbuatan, jika dilakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan semata-mata ingin diridhoi dan dicintai Allah, ingin surga-Nya, maka amalan sederhana itu hakekatnya besar di sisi Allah!

Pengaruh amal sederhana jika dilakukan dengan ikhlas
Terkadang sebagian orang lupa bahwa satu kalimat sederhana
- entah itu kalimat yang menunjukkan kepada kebaikan, atau suatu ucapan yang melarang dari kemungkaran, bahkan meski hanya sekedar ucapan penyemangat yang mendorong saudaranya untuk mengerjakan suatu amal kebaikan - bisa berpengaruh besar di masa akan datang, karena Allah Ta'ala menerima ucapan tersebut, dan memberkahinya dengan kebaikan yang melimpah pada ucapan yang ikhlas dan mutaba'ah diucapkan tersebut!


Beberapa pengaruh ucapan sederhana ini sebagai contohnya!
1. Sebab Imam Al-Bukhori menulis kitab Shahihnya
Anda tahu kan kitab Shahihihul Bukhari, yang disebut-sebut ulama sebagai kitab yang paling shahih setelah Alquran Al-Karim? Yah, ada suatu rahasia indah di balik tertulisnya kitab besar ini!
Jangan kaget ya, jika ternyata sebab ditulisnya kitab besar ini adalah sebuah ucapan sederhana yang diucapkan oleh guru Imam Al-Bukhari, yaitu Ishaq bin Rahawaih rahimahumallah, sang guru berkata kepada muridnya :

لو جمعتم كتابا مختصرا لصحيح سنة النبي صلى الله عليه وآله وسلم

Duhai, seandainya anda secara ringkas mengumpulkan hadits-hadits yang shahih dari Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sebuah buku (kitab)!”

Imam Al-Bukharipun menyatakan :

فوقع ذلك في قلبي ، فأخذت في جمع الجامع الصحيح

Kalimat itu begitu menyentuh hatiku! Lalu akupun memulai mengumpulkan (hadits-hadits yang shahih tersebut) dalam ِkitab Al-Jami' Ash-Shahih (Shahihul Bukhari)”. [Tadribur Rawi, As-Suyuthi, 1/92]

Sehingga jadilah buku itu sebuah kitab yang menjadi kitab yang paling shahih setelah Kitabullah!

2. Sebab Imam Al-Hafizh Adz-Dzahabi menekuni ilmu Hadits
Bukankah para pembaca tahu tentang sosok imam ahli Hadits yang terkenal, Al-Hafizh Adz-Dzahabi rahimahullah, yang memiliki banyak karya ilmiah yang bisa kita nikmati sampai di zaman kita ini?
Tahukah anda penyebab beliau menekuni ilmu Hadits?
Sebabnya sederhana sekali!
Al-Hafizh Adz-Dzahabi rahimahullah menuturkan tentang gurunya, yaitu Al-Barzali rahimahullah :

هو الذي حبّب إليّ طلب الحديث، فإنه رأى خطي، فقال: خطّك يشبه خط المحدثين! فأثّر قوله فيّ

Beliaulah yang mendorongku menyukai menekuni ilmu Hadits!
Karena (suatu saat) beliau melihat tulisan tanganku, lalu berkatalah beliau (kepadaku) : 'Tulisanmu mirip tulisan seorang Ahli Hadits!', ucapan ituupun berpengaruh kepada hatiku!” [Al-Muhadzdzab fi ikhtishar As-Sunnan Al-Kubra lil Baihaqi, 1/118].

Sehingga beliaupun mulai menekuni ilmu Hadits hingga menjadi Ahli Hadits yang ilmunya bermanfaat besar bagi kaum muslimin!

Oleh karena itu saudaraku, tidak selayaknya kita sebagai seorang muslim meremehkan kebaikan apapun juga, meski hanya sekedar senyuman, share sebuah kalimat nasehat, hadiah sederhana, menyingkirkan gangguan, memperantarai dalam kebaikan, menunaikan hajat saudaranya meski keperluan sepele, menyelesaikan satu masalah, ataupun sekedar memberi kabar gembira meski via hp, semoga dengannya Allah menjadi ridho terhadap kita, menerima amal kita, mensyukuri apa yang kita lakukan, mengganjarnya dengan ganjaran yang besar, dan memberkahinya dengan keberkahan yang melimpah sampaipun kita telah meninggal dunia!

Bagaimana ulama memandang suatu amal?
Para ulama terbiasa memandang hakekat suatu amal, dan tidak terjebak dengan prestasi zahir semata!
Hal itu nampak dalam ucapan-ucapan serta sikap-sikap mereka.
Berikut ini beberapa contohnya :
Berkata Ibnu Rajab rahimahullah :

رب قائم حظه من قيامه السهر، كم من قائم محروم و من نائم مرحوم، هذا نام و قلبه ذاكر و هذا قام و قلبه فاجر

Bisa jadi orang yang shalat malam, namun hanya mendapatkan begadang saja (tidak dapat pahala).
(Ingatlah)berapa banyak orang yang shalat malam, namun tidak dirahmati (oleh Allah), sedangkan urang yang tidur (tidak sholat malam), justru dirahmati (oleh Allah).
Rahasianya adalah orang yang ke-2 memang zohirnya (nampaknya) tidur (tidak sholat malam), namun hatinya ingat Allah (bertakwa), adapun orang yang pertama memang zohirnya shalat malam, namun sayangnya hatinya rusak (menyimpan banyak maksiat)

Beliau juga berkata :

كم من مستغفر ممقوت و ساكت مرحوم ، هذا استغفر و قلبه فاجر و هذا سكت و قلبه ذاكر
(Ingatlah)berapa banyak orang yang lisannya istighfar, namun dibenci (oleh Allah),sedangkan orang yang lisannya diam (tidak istighfar), malah justru dirahmati.
Rahasianya adalah orang yang lisannya istighfar, hatinya rusak (menyimpan banyak maksiat), adapun orang yang lisannya diam (tidak istighfar), namun hatinya ingat Allah (bertakwa)” [Lathoiful Ma'arif, Ibnu Rajab rahimahullah].

Semoga Allah mengampuni dosa kita semua dan menerima amal kita semua, serta menjaga keimanan kita sampai akhir hayat.

الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات


Tidak ada komentar