FIQIH RINGKAS DONASI (4) - HUKUM MENYEGERAKAN PENUNAIAN ZAKAT?

Gray Auto Bill Counter


Alhamdulillah wash shalatu was salamu 'ala Rasulillah, amma ba'du :

II. PENGURUSAN ZAKAT



1. BOLEHKAH MENYEGERAKAN PENUNAIAN ZAKAT?


MENYEGERAKAN PENUNAIAN ZAKAT FITHRAH


Waktu Zakat Fithrah

Ulama rahimahumullah menjelaskan bahwa waktu terkait dengan zakat fithrah itu terbagi menjadi tiga :

1. Waktu boleh, menurut Imam Malik dan Imam Ahmad dalam riwayat yang masyhur darinya -ini menurut pendapat terkuat- sehari atau dua hari sebelum Idul Fithri sebagaimana yang diterapkan Sahabat dalam riwayat Al-Bukhari.1


Sehari atau dua hari sebelum Idul Fithri itu mencakup Ramadhannya sempurna 30 hari atau hanya 29 hari.

Berarti sudah boleh dimulai pada tanggal 28 Ramadhan (dengan anggapan umur Ramadhan 29 hari)2


Dengan demikian menyegerakan penunaian zakat fithrah menurut pendapat ulama yang terkuat adalah sehari atau dua hari sebelum Idul Fithri yaitu tanggal 28 atau 29 Ramadhan. 3


2. Waktu wajib, menurut pendapat terkuat adalah kewajiban zakat fitrah dimulai terbenamnya matahari pada hari terakhir Ramadhan.4


3. Waktu afdhol adalah pada pagi hari Idul Fithri sebelum Sholat Idul Fithri.5


4. Waktu terakhir adalah sholat Idul Fithri, menurut pendapat terkuat. Ini pendapat Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qoyyim, As-Syaukani, dan Ash-Shon'ani, Ibnu Baz, Ibnu Utsaimin, dan Zhahiriyyah. 6


5.Waktu terlarang adalah setelah sholat Idul Fithri, menurut pendapat terkuat di atas. Waktu ini adalah waktu yang tidak sah ditunaikan zakat fithrah padanya, berdasarkan HR. Abu Dawud dan Al-Hakim dan Al-Hakim menshahihkanya.7


MENYEGERAKAN PENUNAIAN ZAKAT MAL


Pada asalnya, zakat mal ditunaikan pada waktu wajibnya dengan segera tanpa mengakhirkannya.8

Sedangkan menyegerakan penunaian zakat mal sebelum waktu wajibnya, maka ini ada khilaf diantara ulama rahimahumullah.9


Menurut pendapat ulama yang terkuat, seorang muslim boleh menyegerakan menunaikan zakat mal (yang dipersyaratkan padanya haul10) dua tahun11 sebelum masa haul12nya tiba.

Ini adalah pendapat Jumhur ulama rahimahumullah diantaranya tiga imam madzhab adalah Abu Hanifah, Syafi'i, dan Ahmad dan pendapat sekelompok Salaf Sholeh13.


Dalil Jumhur ulama rahimahumullah adalah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyegerakan zakat mal Al-'Abbas dua tahun lebih dahulu, sebagaimana disebutkan dalam hadits yang hasan.14

Dalam hadits lain yang hasan pula, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membolehkan pamannya Al-'Abbas menyegerakan zakatnya sebelum tiba haulnya.15

Apakah disunnahkan menyegerakan penunaian zakat mal sebelum tiba haulnya?

Menyegerakan penunaian zakat mal terbagi dua keadaan, yaitu :

1. Apabila menyegerakan penunaian zakat mal sebelum tiba haulnya itu didasari tuntutan maslahat Syar'i, seperti disaat faqir miskin membutuhkan harta dengan segera, atau saat ada musibah besar menimpa kaum muslimin (misal: wabah penyakit atau terjadi krisis perekonomian atau bencana alam besar atau kelaparan atau negaranya sedang berperang melawan penjajah) sehingga mereka membutuhkan harta yang banyak, maka pada kondisi ini, hukum menyegerakan penunaian zakat mal sebelum masa haulnya tiba adalah disunnahkan.


2. Apabila tujuan muzakki menyegerakan penunaian zakat mal sebelum tiba haulnya adalah sekedar segera terlepas dari kewajiban dan meringankan dirinya semata, maka hukumnya adalah menyelisihi keutamaan (tidak afdhol), karena keluar dari hukum asal16 tanpa ada alasan kemaslahatan faqir miskin, dan karena dikhawatirkan justru pada saat waktu wajibnya tiba, kondisi faqir miskin lebih membutuhkan harta, serta dikarenakan ada kemungkinan harta muzakki berkurang nishobnya, hilang atau musnah sebelum tiba haulnya .

Pada kondisi ini afdholnya adalah zakat mal ditunaikan pada waktu wajibnya.17


Syarat dibolehkannya menyegerakan penunaian zakat mal

Ada 2 syarat yang harus dipenuhi jika seorang muzakki hendak menyegerakan penunaian zakat malnya sebelum waktu wajibnya, yaitu 18 :



Syarat Pertama :

Harta yang dizakati benar-benar telah menjadi miliknya dan telah mencapai nishab19 pada saat penunaian zakat yang disegerakan tersebut.

Ulama telah bersepakat (Ijma') bahwa tidak boleh menyegerakan penunaian zakat mal sebelum harta muzakki tersebut mencapai nishab.


Syarat Kedua

Waktu menyegerakan penunaian zakat mal maksimal 2 tahun sebelum waktu wajibnya (sebelum haul20), menurut pendapat yang terkuat.

Ini adalah pendapat Jumhur ulama21, yaitu boleh menyegerakan penunaian zakat mal maksimal 2 tahun sebelum waktu wajibnya (sebelum haul), berdasarkan hadits yang hasan di atas.


Hukum menunaikan zakat mal dengan bertahap dan tidak sekaligus22

Hukum menunaikan zakat mal dengan bertahap ada dua keadaan :

Keadaan Pertama :

Menunaikan zakat mal dengan bertahap sebelum waktu wajibnya (sebelum tiba haulnya), maka ini boleh menurut Jumhur Ulama.

Hakekatnya adalah menyegerakan zakat sebelum sempurna haulnya, misal :


Muzakki memberikan zakat mal kepada keluarga miskin 5 juta perbulan dari awal tahun (awal haul) selama setahun.

Dan pada akhir tahun Qomariyyah/Hijriyyah (akhir haul), jika total zakatnya lebih dari 60 juta, maka muzakki masih ada kewajiban menunaikan zakat mal yang menjadi kekurangannya, karena 5 juta x 12 bulan hanya 60 juta.

Namun jika ternyata total zakatnya adalah kurang dari 60 juta, maka ia hitung kelebihannya sebagai shadaqah.


Keadaan Kedua :

Menunaikan zakat mal dengan bertahap setelah waktu wajibnya (setelah tiba haulnya), ini termasuk menunda penunaian zakat mal dan hukumnya tidak diperbolehkan kecuali jika ada udzur Syar'i atau ada maslahat, karena zakat mal itu bukan lagi menjadi milik muzakki semenjak tibanya waktu wajib mengeluarkan zakat (haul).



In sya Allah bersambung di : FIQIH RINGKAS DONASI (5)

1. http://iswy.co/e3v7a & https://www.islamweb.net/ar/fatwa/26574/

2. https://sh-albarrak.com/article/18644

5. https://sh-albarrak.com/article/18644

6. https://dorar.net/feqhia/2586

7. https://dorar.net/feqhia/2586

10. Seperti : zakat barang dagangan, zakat uang, dan zakat binatang ternak (onta, sapi, dan kambing) yang digembalakan di padang rumput umum dengan syarat tertentu yang telah disebutkan dalam kitab-kitab Fiqih.

12. Haul adalah bertahannya harta (obyek zakat mal) selama satu tahun qomariyyah setelah harta tersebut mencapai nishab.

Nishab adalah jumlah minimal harta (obyek zakat mal) dalam Syari'at Islam yang jika sebuah harta telah sampai kepada jumlah tersebut, maka harta itu menjadi wajib dizakati.

13. https://www.Islamweb.net/ar/fatwa/6806/ & https://dorar.net/feqhia/2432

14. https://www.Islamweb.net/ar/fatwa/6806/ & Syarah Zadul Mustaqni', bab Ikhrajuz Zakah, Syaikh Asy-Syinqithi rahimahullah

15. http://iswy.co/e12g17

16. Pada asalnya zakat ditunaikan pada waktu wajibnya.

17. Syarah Zadul Mustaqni', bab Ikhrajuz Zakah, 14/97, Syaikh Asy-Syinqithi rahimahullah

18. Syarah Zaadul Mustaqni', Syaikh Al-Hamdi : 9/161-163, & https://www.aliftaa.jo/Question2.aspx?QuestionId=2974#.XurrGecxUl4

19. Nishab adalah jumlah minimal harta (obyek zakat mal) dalam Syari'at Islam yang jika sebuah harta telah sampai kepada jumlah tersebut, maka harta itu menjadi wajib dizakati.

20. Haul adalah bertahannya harta (obyek zakat mal) selama satu tahun qomariyyah setelah harta tersebut mencapai nishab.

21. Syarah Zaadul Mustaqni', Syaikh Al-Khalil : 2/431

22. https://www.Islamweb.net/ar/fatwa/14605/

https://www.Islamweb.net/ar/fatwa/6806/

Tidak ada komentar