Resensi Kitab Tauhid (5)

black Corona typewriter on brown wood planks

4. MENGENAL LEBIH DEKAT KITAB TAUHID

1. Alasan penulisan Kitab Tauhid

Dalam kitab At- Tamhid li syarhi kitabit Tauhid, Syaikh Sholeh Alusy Syaikh hafizhahullah berkata:

Faktor pendorong untuk menulis Kitab Tauhid ini adalah tersebarnya tindakan menyekutukan Allah Jalla Jalaaluhu (kesyirikan) yang beliau dapatkan dan hilangnya pemahaman yang baik terhadap Tauhid pada sebagian kaum muslimin, disamping itu juga didapatkan pada mereka fenomena syirik akbar, ashghor maupun khofi, oleh karena itulah, kitab ini sesungguhnya adalah kitab dakwah (ajakan) kepada Tauhid yang haq.


2. Disiplin ilmu yang dibahas dalam Kitab Tauhid

Apabila kita memperhatikan judul kitab ini,

Kitabut Tauhid Alladzi huwa haqqullah 'alal 'abid , artinya: Kitab tentang penjelasan tauhid yang merupakan hak Allah atas hamba-Nya, maka pada kata “At-Tauhid” dalam kalimat judul di atas, jika digabungkan dengan isi kitab ini yang mayoritasnya menjelaskan bagaimana mengesakan Allah Ta'ala dalam peribadatan dan memperingatkan bentuk-bentuk kesyirikan dalam peribadatan, maka dapat disimpulkan bahwa kandungan kitab ini hakekatnya adalah Tauhid Uluhiyyah.

Dan sesungguhnya hal ini tercermin dalam bab-babnya, misalnya: bab pertama tentang hukum dan kedudukan tauhid, bab kedua tentang keutamaan tauhid, bab takut terhadap kesyirikan dan bab tafsir tauhid,

Oleh karena itu, huruf alif lam dalam kata “At-Tauhid” pada judul kitab ini, dipahami sebagai alif lam lil'ahdi Adz-Dzihni, yang maksudnya adalah tauhid yang telah dipahami oleh pikiran pembaca ketika membaca kandungan kitab ini, yaitu : Tauhid Uluhiyyah.

Walaupun dibahas pula dalam kitab ini beberapa masalah dalam Tauhid Rububiyyah dan Al-Asma` wash Shifat, namun karena jumlahnya sedikit sekali, maka al-hukmu 'alal ghalib, bahwa sesuatu dihukumi berdasarkan yang paling mendominasi.


3. Alasan lebih mengkhususkan pada pembahasanTauhid Uluhiyyah

Dalam kitab I'aanatul Mustafiid bi syarh kitabit Tauhid, Syaikh Sholeh Al-Fauzan hafizhahullah berkata:

Syaikh (sang penulis) mengkhususkan pada pembahasan tauhid jenis ini (Uluhiyyah), karena tauhid jenis inilah yang memasukkan seseorang kedalam Islam1 dan menyebabkan ia selamat dari adzab Allah.

Tauhid (Uluhiyyah) ini merupakan tujuan diutusnya para rasul ('alaihimush sholatu was salam) sekaligus tujuan diturunkannya Kitab-Kitab Allah serta merupakan jenis tauhid yang diselisihi oleh kaum musyrikin pada setiap zaman dan tempat.

Adapun jenis Tauhid Rububiyyah, maka kaum musyrikinpun mengakuinya, namun hal itu tidaklah memasukkan mereka kedalam Islam...

sampai pada ucapan beliau :

(Tauhid Rububiyyah) ini bukanlah (inti) ajaran yang dibawa oleh para rasul ('alaihimush sholatu was salam), sesungguhnya jenis tauhid yang merupakan (inti) ajaran yang dibawa oleh para rasul ('alaihimush sholatu was salam) adalah Tauhid Uluhiyyah, sebagaimana Allah Ta'ala berfirman:


وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ ۚ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ

(36) Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antara mereka orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

(Bersambung, in sya Allah)

Sumber : www.muslim.or.id


1. Tentunya maksud Syaikh Sholeh Al-Fauzan disini adalah Tauhid Uluhiyyah yang mengandung Tauhid Rububiyyah dan Al-Asma` wash Shifat, karena tidaklah boleh seseorang meninggalkan tauhid, walaupun hanya satu macam saja..

Tidak ada komentar